SMARTVEST 2026: KSPM UNJAYA Ajak Generasi Muda Ubah Pola Pikir Konsumtif  Menjadi Produktif Melalui Investasi Pasar Modal 

Yogyakarta, 7 Oktober 2026 – Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi  dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta sukses menyelenggarakan  Seminar SMARTVEST 2026 dengan tema “Financial Freedom Starts Early: Mengubah Pola  Pikir Konsumtif Menjadi Produktif di Pasar Modal”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu  (7/10) pukul 08.30–11.25 WIB, bertempat di Auditorium Lantai 4 Kampus 1 Universitas  Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.

Seminar SMARTVEST 2026 diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan literasi dan  pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan keuangan serta investasi  di pasar modal. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu membangun pola pikir  finansial yang lebih produktif, bijak dalam mengelola pendapatan, serta memiliki  kesadaran untuk mempersiapkan masa depan sejak dini. 

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Umum KSPM 2026, Wida Asika Putri. Dalam  sambutannya, ia menyampaikan bahwa generasi muda saat ini tidak terlepas dari  berbagai kebiasaan konsumtif, seperti self reward, berbelanja, dan mengikuti tren.  Menurutnya, menikmati masa muda merupakan hal yang wajar, tetapi perlu diimbangi  dengan perencanaan keuangan yang baik. 

“Masalahnya bukan hanya tentang berapa besar uang yang kita punya, tetapi bagaimana  cara kita mengelolanya. Melalui SMARTVEST 2026, kami berharap teman-teman tidak  hanya mendapatkan pemahaman mengenai pasar modal dan investasi, tetapi juga mulai  membangun pola pikir yang lebih produktif dalam mengelola keuangan,” ungkap Wida. 

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang pasar modal dan  investasi. Narasumber pertama, Agnes Sindhunita, selaku Deputi Kepala Kantor Wilayah  Yogyakarta Bursa Efek Indonesia (BEI), menyampaikan materi mengenai pentingnya  pengelolaan keuangan dan perubahan pola pikir dari konsumtif menjadi produktif  melalui investasi. 

Dalam pemaparannya, Agnes menjelaskan mengenai dasar-dasar money management,  perbedaan antara menabung dan berinvestasi, serta pentingnya memahami profil risiko  sebelum menentukan instrumen investasi. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai  produk pasar modal, seperti saham, reksa dana, dan obligasi atau sukuk negara. 

Selain itu, Agnes menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap investasi bodong.  Peserta diimbau untuk selalu memastikan legalitas lembaga investasi melalui Otoritas  Jasa Keuangan (OJK) sebelum mengambil keputusan investasi. Pemahaman tersebut  menjadi salah satu langkah penting agar generasi muda dapat berinvestasi secara aman  dan bertanggung jawab. 

Selanjutnya, narasumber kedua, Axelliano Dinovan B., selaku Executive Trainer Phintraco  Sekuritas, membawakan materi mengenai analisis fundamental dan teknikal dalam  pengambilan keputusan investasi saham di pasar modal Indonesia. 

Materi yang disampaikan mencakup analisis fundamental untuk menilai kondisi  keuangan dan nilai wajar suatu perusahaan melalui berbagai rasio keuangan, seperti  ROE, DER, PER, dan EPS. Sementara itu, analisis teknikal dijelaskan sebagai metode untuk  memahami pergerakan harga saham melalui grafik, tren pasar, area support dan  resistance, serta berbagai indikator teknikal. 

Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya  melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi. Narasumber juga  menjelaskan mekanisme perdagangan saham serta peran Securities Investor Protection 

Fund (SIPF) dalam memberikan perlindungan kepada investor sesuai dengan ketentuan  yang berlaku. 

Seminar SMARTVEST 2026 diharapkan dapat menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa  dan generasi muda untuk meningkatkan pemahaman mengenai investasi serta  membangun kebiasaan finansial yang sehat. Melalui kegiatan ini, KSPM Universitas  Jenderal Achmad Yani Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan  literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa. Dengan mengusung semangat  “Financial Freedom Starts Early”, SMARTVEST 2026 menjadi pengingat bahwa kebebasan  finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan  dalam mengelola keuangan, memahami risiko, dan mengambil keputusan investasi  secara bijak sejak dini.